Situs Batu Megalit Lahemo

Situs Batu Megalit LahemoMenurut legenda yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, situs batu megalit yang berada Desa Lahemo Kecamatan Gidö ini merupakan batu peninggalan keluarga Tuada Ho (yang berasal dari Gomo) yang memiliki dua orang istri, yang pertama adalah Aweda Nandrua memiliki anak yaitu Waruwu, Halawa (menjadi marga Halawa dan Dakhi), Gulö dan Ndraha; serta dari istri keduanya, Sa’uso Lama (putri dari Gea), memiliki putra yaitu Tumba Laoya yang anaknya adalah Lukhu Toli (Harefa), Lukhu Mbanua (Telaumbanua), Lukhu Hada (Mendröfa), Lukhu Bongi (Laoli), Lukhu Zendratö (Zendratö), Lukhu Baene (Zalukhu) dan Lukhu Lase (Lase), sementara Lukhu Fakhe dan Lukhu Manu tidak memiliki keturunan.

Di antara kumpulan batu-batu megalit tersebut juga terdapat beberapa batu dengan bentuk unik yaitu batu megalit Saita Gari Tuada Ho (tempat sangkutan pedang Tuada Ho), berukuran cukup besar dan terdiri dari dua buah lempengan batu yang persis sama dengan celah di antaranya (di celah inilah Tuada Ho menyangkutkan pedangnya yang cukup besar); lalu ada juga batu besar di tanah yang di atasnya terdapat bekas/ jejak telapak kaki Tuada Ho.
Lokasi situs bersejarah ini berada  ± 32 Km dari Kota Gunungsitoli (± 13 Km dari Bandar Udara Binaka) dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*