Artikel Blog

Masyarakat Kecamatan Hiliserangkai dan Botomuzoi Terima Bantuan Dari Pemkab Nias

Hari kedua pembagian bantuan jaring pengaman sosial dalam bentuk sembako disalurkan di wilayah Kecamatan Hiliserangkai dan Kecamatan Botomuzoi, Selasa (28/4).

Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nias yang juga sebagai Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli didampingi Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu dan Sekda Kabupaten Nias F. Yanus Larosa bersama tim gugus lainnya.

Dalam laporannya, Camat Hiliserangkai Arlin Mendrofa menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Nias.

“Atas nama masyarakat, saya mengucapkan terimakasih atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Nias kepada warga miskin dan rohaniawan yang sebentar lagi menerima bantuan jaring pengaman sosial dalam bentuk sembako,” ucap camat dalam laporannya.

Camat juga menjelaskan jika di Kecamatan Hiliserangkai ada 157 kepala keluarga yang menerima sembako dan 59 orang rohaniawan yang menerima sembako dan masker untuk dibagikan ke jemaatnya masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Sokhiatulo Laoli kembali mengajak masyarakat untuk tetap taat pada himbauan Pemerintah tentang standar kesehatan.

“Saya harap semua masyarakat tetap taat pada himbauan Pemerintah untuk menggunakan masker jika bepergian, rajin cuci tangan serta tetap jaga jarak dan menghindari keramaian,” ajak Bupati Nias.

“Untuk membantu masyarakat yang kurang mampu non PKH maka Pemerintah Kabupaten Nias menyalurkan bantuan ini yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Nias. Semoga bantuan seadanya ini dapat bermanfaat,” harap orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Nias itu.

Ditempat berbeda, di Kecamatan Botomuzoi penerima bantuan jaring pengaman sosial dalam bentuk sembako non PKH sejumlah 185 Kepala keluarga dan 16 orang rohaniawan.

Menurut data yang ada, secara keseluruhan Pemerintah Kabupaten Nias membagikan bantuan jaring pengaman sosial dalam bentuk sembako kepada masyarakat miskin non PKH sebanyak 1.802 kepala keluarga dan 504 orang disalurkan kepada rohaniawan serta 2.000 lembar masker.